Minggu, 20 Maret 2011

Siksa Kubur

Siksa Kubur Orang Kikir.
Setiap perbuatan pasti ada balasannya.
Bukan hanya di akhirat saja, namun juga di alam kubur pun juga mendapat siksa, mendapat balasan yang setimpal atas perbuatannya.

Ini ada sebuah kisah Siksa kubur yang diterima oleh orang kikir alias bakhil dan pelit.

Diceritakan dari Ibnu Hajar bahwa ada serombongan orang dari kalangan Tabi'in yang pergi berziarah ke rumah Abu Sinan.
Baru sebentar tandang, Abu Sina mengajak ziarah ke tetangganya yang sedang berduka.

Sesampainya di sana mereka mendapati saudara almarhum menangis karena sedih ditinggal mati.

"Apakah kamu tidak tahu bahwa kematian itu merupakan takdiq yang mesti dijalani oleh setiap orang?" tanya salah seorang tamu.

"Itu aku tahu. Akan tetapi aku sangat sedih karena memikirkan siksa yang telah menimpa saudaraku ini," jawab saudara almarhum.

"Apakah engkau mengetahui perkara yang ghaib?" tanya tamu lagi.
Saudara almarhum pun menceritakan pengalamannya saat berada di kuburan ketika semua orang telah pergi.

"Ketika aku menguburkan dan meratakan tanah saudaraku, di atasnya telah terjadi sesuatu yang menakutkan," ujar saudara almarhum.

Saudara almarhum melanjutkan ceritanya.
"Ketika itu orang-orang telah pulang, tapi aku masih duduk di atas kuburnya.
Tiba-tiba terdengar suara dari jeritan dan rintihan dalam kubur.
Mereka tinggalkan aku seorang diri menanggung siksa.
Padahal aku mengerjakan puasa dan shalat. Jeritan itu betul-betul membuatku menangis karena kasihan.
Aku coba menggali kuburnya karena ingin tahu apa yang sudah terjadi di dalamnya."

Saudara almarhum pun terkejut bukan kepalang.
Ternyata di dalam kubur almarhum itu telah penuh dengan api.
Leher si mayat ada rantai dari apa.

Karena kasihan kepada saudaranya, dirinya mencoba untuk melepaskan rantai itu dari lehernya.
Tapi dirinya tak kuasa menolong lantaran tangannya terbakar saat mengulurkannya.

Tak Pernah Zakat.
Untuk meyakinkan para tamu, saudara almarhum lantas menunjukkan tangannya yang masih hitam dan mengelupas kulitnya karena jilatan api dari alam kubur.

Saudara almarhum meneruskan ceritanya.
"Aku terus menimbun kembali kubur itu dengan tanah dan segera pulang ke rumah.
Bagaimana aku tidak menangis apabila mengingat kejadian itu?" katanya.

"Apa yang sudah dilakukan oleh saudaramu ketika di dunia?" tanya para tamu.
"Dia tidak pernah sekalipun mengeluarkan zakat hartanya," jawabnya.

Dengan jawaban tersebut, teman-teman Abu Sinan pun membuat kesimpulan tentang kebenaran ayat suci Al-Qur'an.

"Janganlah mereka yang bakhil itu menyangka terhadap rezeki yang diberikan oleh Allah kepada mereka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka.
Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka.
Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat."
READ MORE - Siksa Kubur

Rabu, 16 Maret 2011

Inti Nuklir Diperkirakan Sudah Meleleh

Fukushima, Seruu.com - Radiasi nuklir dikhawatirkan telah benar-benar terjadi setelah reaktor no 2 meledak pada Selasa (15/03) pagi tadi menyusul kebocoran yang terjadi pada tabung penyimpanan inti atom sejak Senin malam lalu.

Selasa pagi, Tokyo Electric Power Co juga mengakui bahwa situasi yang kritis disebut ' 'kehancuran''di mana batang bahan inti atom diperkirakan mulai meleleh dan hancur sedang terjadi di pabrik PLTN fukushima yang mereka kelola.

Segera setelah ledakan terlihat pada pukul 6:10 pagi waktu setempat, yang tampaknya telah merusak sistem tekanan-penindasan reaktor, tingkat radiasi melebihi batas yang diperbolehkan dan mencapai 965,5 Sievert mikro per jam sebelum melompat ke 8217 micro sievert di 20:31, tulis Tokyo Elektric Power dalam pernyataannya seperti diberitakan Kyodo. Batas maksimum yang bisa diterima tubuh manusia adalah 1000 micro sievert pert tahun.

Batang bahan bakar reaktor sepenuhnya terbuka selama sekitar dua setengah jam Senin malam setelah tingkat air menurun drastis, dan sekali lagi terjadi pada selasa dini hari walaupun air laut sedang disuntikkan, mendorong pihak pengelola untuk membuka katup uap beberapa jam 1:10 Selasa dalam rangka melanjutkan memompa tingkat ketinggian dan tekanan air laut yang digunakan sebaga pendingin di reaktor itu. Kondisi sempat sedikit kemudian di pagi hari untuk menutupi sekitar 1,2 meter dari batang bahan bakar, sekitar sepertiga dari tinggi mereka, ujar pihak perusahaan.

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan sebelumnya di pagi hari bahwa pemerintah dan TEPCO akan mendirikan sebuah markas terpadu, dipimpin oleh dirinya sendiri, untuk mengatasi masalah pada reaktor no 1 dan 3 yang mengalami ledakan sebelumnya pada sabtu dan minggu.

TEPCO sendiri menduga bahwa inti dari reaktor no 2 No sebagian telah mencair, sebuah situasi kritis dimana pancaran radiasi nuklir sudah menjadi kenyataan.

Gempa 9.0 skala richter yang disusul dengan tsunami menghantam Jepang pada hari Jumat (11/03) membuat sistem pendingin di seluruh reaktor nuklir jepang mati total secara otomatis. Sistem ttersebut diketahui kemudian tidak bisa berfungsi dan menyebabkan suhu tinggi di reaktor Nuklir jepang. Jumat malam diketahui terjadi kebocoran di reaktor no 1 Jepang yang membuat pemerintah melakukan evakuasi terhadap ribuan warga Fukushima.

Ledakan terjadi di reaktor no 1 pada hari Sabtu sehingga membuat pemerintah memutuskan jarak aman adalah 20 km dari pusat ledakan. Menyusul kebocoran di tangki no 3 yang akhirnya juga meledak pada Minggu pagi. 160 orang dikabarkan terkena paparan radiasi nuklir dalam berbagai skala yang dianggap masih dalam tahap kewajran. Ratusan ribu orang mulai diungsikan dan mendapat pemeriksaan ketat untuk kemungkinan terkena radiasi. Hingga puncaknya kebocoran pada Selasa dinihari tadi yang disusul ledakan diyakini telah melelhkan sebagian inti nuklir dalam reaktor no.2.

Kapal - kapal Amerika Serikat sudah menjauh dari pantai Timur jepang menyusul ancaman radiasi yang melanda Fukushima. Eksodus warga asing juga diberitakan terjadi di bandara Narita Tokyo akibat krisis Nuklir yang menghantui Jepang.

Sejauh ini pihak pemerintah hingga PM Naoto kan sendiri lagsung turun tangan dan mencoba memberi keyakinan kepada dunia krisis nuklir tidak akan terjadi seperti bencana Chernobyl pada 1986 lalu seperti juga diyakini oleh sebagian pengamat dan peneliti nuklir di seluruh dunia. Namun ujian terhadap keyakinan itu sedikit pupus pasca ledakan reaktor no.2 dan pernyataan resmi dari pengelola fasilitas TEPCO, yang menyatakan bahwa inti nuklir sudah meleleh.
READ MORE - Inti Nuklir Diperkirakan Sudah Meleleh

Jepang Diambang Bencana Radiasi Nuklir

Tokyo, Seruu.com - Setelah sempat dikabarkan bocor kini ledakan terjadi di reaktor nuklir pada stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima , Jepang, Sabtu (12/03). Ribuan warga diungsikan sementara tingkat radioaktif di sekitar lokasi meningkat hingga 20 kali lipat. Pihak berwenang di Jepang mengabarkan memperluas jarak aman dari sebelumnya 10 km menjadi 20 km dan bahkan mungkin terus bertambah. Setelah gempa yang disusul dengan tsunami, Jepang, negri dengan banyak pulau tersebut berada dibawah ancaman radiasi Nuklir. Ledakan itu juga menimbulkan ketakutan bencana nuklir seperti peristiwa Three Mile Islands di AS tahun 1979 dan Chernobyl tahun 1986 kembali terulang.

Debu radioaktif kini menjadi ancaman utama di Jepang menyusul ledakan dan asap yang membumbung tinggi di atas reaktor nuklir Fukushima 1 dan 2, 350 km Timur Laut Tokyo membuat sejumlah pengamat merasa was-was.

Sementara pada kedua kasus tersebut (Chernobyl dan Three Mile Island), panas tinggi di reaktor menyebabkan bahan inti nuklir mencair dan menyebabkan tersebarnya materi radioaktifyang menimbulkan korban jiwa dan penyakit akibat radioaktif .

PM Jepang sebelumnya telah menyatakan situasi darurat di Fukushima 1 dan 2 yang juga dikenal sebagai Daiichi dan Daini. Sejauh ini sejumlah ahli nuklir tengah meneliti keungkinan mencairnya reaktor di lokasi tersebut.Situasi itu terjadi setelah Jepang dilanda tsunami setinggi 10 meter menyusul gempa dashyat berkekuatan 8,9 Skala Richter Jumat siang waktu setempat. Akibat bencana itu, di kedua reaktor nuklir tersebut prosedur otomatis darurat langsung diberlakukan. Reaktor ditutup, namun salah satu dari kedua reaktor telah meledak.

Sejauh ini di kalangan ilmuwan, tak ada yang percaya dengan pernyataan apapun yang dilontarkan ilmuwan menyangkut keselamatan dan situasi sebenarnya pada sebuah bencana di reaktor nuklir. Dengan demikian, situasi sebenarnya baru bisa diketahui setelah akibat penyebaran radioaktif menjadi nyata.Tokyo Electric Power Co (Tepco) yang mengoperasikan reaktor tersebut melaporkan empat pekerjanya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Sementara jubir Pemerintah Jepang, Yukio Edano mengungkapkan bangunan reaktor rubuh namun metal reaktor di dalamnya sama sekali tak mengalami kerusakan. Badan nuklir Jepang mengatakan Sabtu, unsur kimia Caesium yang merupakan indikasi radioaktif sudah dideteksi di wilayah Fukushima. Fakta ini menunjukkan uranium pada inti reaktor kemungkinan besar sudah mencair akibat panas berlebihan.
READ MORE - Jepang Diambang Bencana Radiasi Nuklir